PULAU NIAS PULAU TERINDAH

Kepulauan Nias yang sebelumnya adalah hanya 1 kabupaten saja, saat ini telah dimekarkan menjadi empat kabupaten dan 1 kota, yaitu Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Nias Barat,Kabupaten Nias Utara, dan Kota Gunungsitoli.

Nias (bahasa Nias Tanö Niha) adalah kepulauan yang terletak di sebelah barat pulau Sumatera, Indonesia, dan secara administratif berada dalam wilayah Provinsi Sumatera Utara. Pulau ini merupakan pulau terbesar dan paling maju di antara jejeran pulau-pulau di pantai barat Sumatera, dihuni oleh mayoritas suku Nias (Ono Niha) yang masih memiliki budaya megalitik. Daerah ini memiliki objek wisata penting seperti selancar (surfing), rumah tradisional, penyelaman, fahombo (lompat batu), dan berbagai adat / buadaya yang sangat memukau.

Suku Nias adalah kelompokmasyarakat yang hidup di pulau Nias. Dalam bahasa aslinya, orang Nias menamakan diri mereka “Ono Niha” (Ono = anak/keturunan; Niha = manusia) dan pulau Nias sebagai “Tanö Niha” (Tanö = tanah).

Salah satu hal menarik yang tidak patut untuk di lewatkan dari Pulau Nias adalah Fahombe yakni lompat batu setinggi 2 meter yang menjadi ciri khas mayarakat Nias. Lompat batu ini sudah sangat terkenal di Indonesia dan menjadi ikon penting yang layak untuk di saksikan saat berkunjung ke Pulau Nias. Konon lompat batu ini dilakukan sebagai latihan perang bagi anak muda suku Nias, sekarang pun masih lestari tradisinya sebagai ritual kedewasaan masyarakat setempat. Bawomatauo adalah salah satu tempat yang bisa di saksiskan untuk melihat pertunjukan lompat batu, tidak hanya sejedar menyaksikan tetapi pengunjung juga bisa mencoba tantanagan melompati batu tersebut.

hombo batu / lompat batu nia

Di Desa Bawatomataluo dan Desa Hilisimae pengunjung akan melihat pertunjukan tari perang tradisional, para penarinya akan mengenakan kostum tradisional yang khas dengan bulu burung berwarna cerah serta di ikat di kepala mereka. Lepas desa  Desa Bawatomataluo dan Desa Hilisimae pengunjung juga bisa negunjungi Desa Hilisimaetano yang berada di Selatan Nias di tempat ini terdapat sekitar 100 rumah tradisional dengan ukiran khas Nias yang indah. Selain Budaya, Pulau Nias juga terkenal dengan wisata Pantai yang indah dan kegiatan Selancar yang menentang karena memiliki ombak salah satu yang terbaik di dunia. Pulau Bawa, Pulau Aru serta Pantai Lagundri adalah tempat berselancar yang bagus.

Untuk menuju Pulau Nias maka bisa di tempuh dengan 2 cara perjalanan yakni Fery dan Pesawat, untuk pesawat bisa di tempuh dari kota Medan maupun Padang sementra Ferry bisa di tempuh dari kota Sibolga.

Nikmatilah Keindahan dan Keunikan dari Kepulauan Nias  Bersama kami Lovin Tours Pulau Nias. Lovin Tours Pulau Nias sudah berpengalaman dalam bidang ini. Jangan kuatir dengan harga atau biaya yang Anda keluarkan untuk menelusuri dan menimati keindahan dan keunikan Kepulauan Nias ini, Percaya kami telah memberikan harga dan pelayanan terbaik.  Anda adalah sahabat kami, yang akan kami perlakukan seperti  Raja.  

SAIL NIAS 2019 UNTUK TARIK WISATAWAN DUNIA

Nias memang memiliki wisata alam, wisata bahari, budaya juga buatan manusia. Contohnya Desa Bawomataluo yang jadi ikon Nias karena ada Tari Fataele dan Hombo Batu, Pantai Sorake dan Lagundri yang jadi lokasi surfing terbaik dunia, Teluk Dalam yang jadi lokasi diving, dan Desa Hilisao’oto yang memiliki Situs Megalitik Tetegewo.

Sail Nias 2019 resmi diluncurkan oleh Menko PMK Puan Maharani dan juga dihadiri ketua panitia nasional Menkumham Yasonna H Laoly di The Sultan Hotel & Residence Jakarta, Kamis (14/3/2019) malam. Kepulauan Nias dikenal turis karena wisata baharinya.
Menpar Arief Yahya pernah mengatakan bahwa tempat wisata di Nias memiliki spot surfing kelas dunia. Tak hanya itu ada situs arkeologi megalitikum di sana dan masih terawat dengan baik hingga kini.

Salah satu atraksi tersebut berasal dari Kabupaten Nias Selatan pada acara Yaahowu Nias Festival 2018 yang berlangsung tanggal 16-20 November 2018 yang dianggap mampu menarik perhatian wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

“Kita sudah melihat bagaimana atraksi budaya di Desa Bawomataluo. Luar biasa atraksi budaya yang ditampilkan oleh masyarakat Bawomataluo,” kata Kosmas.

Menurutnya, beragam atraksi dari Nias tersebut harus didorong sebagai daya tarik wisata yang bisa memukau, dan dikemas dengan baik sehingga memberikan dampak positif terhadap masyarakat dan menarik perhatian wisatawan mancanegara dan domestik.

Untuk itu, Kosmas mengatakan perlu ada kerja sama dan sinergitas lintas kementerian, seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dalam hal pembangunan infrastruktur dasarnya agar sektor-sektor terkait, terutama pariwisata di Nias bisa meluas.

Kepulauan Nias terdiri atas lima wilayah administrasi, yaitu Kota Gunung Sitoli, Kabupaten Nias Induk, Nias Utara, Nias Barat, dan Nias Selatan. Kelimanya memiliki potensi wisata yang sama baiknya, terutama pemandangan pantai dan bawah laut.

Penunjukan Nias sebagai kandidat tuan rumah Sail Indonesia ini pun tentu bukan tanpa alasan. Hal ini dinilai dari sejumlah atraksi-atraksi yang disuguhkan oleh masyarakat Nias,” kata Asisten Deputi Budaya, Seni dan Olahraga Bahari, Kemenko Bidang Kemaritiman, Kosmas Harefa dalam sambutannya saat membuka Diskusi Persiapan kegiatan Sail Indonesia 2019 melalui keterangan tertulis di Jakarta, seperti yang dikutip dari Antara pada Rabu (21/11).

Dalam sambutan peluncuran, Puan menyebut Kepulauan Nias belum memiliki akomodasi atau hotel yang mumpuni kelas dunia. Oleh karenanya, pemda harus bisa menggaet investor melalui Sail Nias 2019.

Menurut data Kemenpar, turis yang datang ke Nias semakin mudah karena ada penerbangan langsung ke sana dari Jakarta, Medan dan Padang. Jumlah pengunjungnya dalam empat tahun terakhir mencapai rata-rata 240 ribu orang per tahun dan proyeksi 2024 dikunjungi 1 juta wisatawan jika dikembangkan dengan benar.

Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ia berharap pariwisata Nias akan terdorong dengan berlangsungnya acara ini.
“Sail Nias tahun 2019 adalah strategi yang baik untuk memikat lebih banyak wisatawan domestik dan asing ke destinasi ini,” katanya.

Nias Selatan terdapat banyak objek-objek wisata menarik, seperti Desa Adat Bawomataluo dan Pantai Sorake.

Tak hanya itu saja, desa yang terletak di Nias Selatan tersebut juga memiliki atraksi budaya yang diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur.

Atraksi budaya ini pun sangat terkenal sejak dahulu, yakni atraksi budaya lompat batu atau yang disebut Hombo Batu.