Harga karet masih berkisar Rp 7 ribu per kilogram (kg).

Di Nias Harga karet di tingkat petani tak kunjung membaik selama lima tahun belakangan ini. Salah seorang petani karet Di Nias di desa Hilikaramaha, kecamatan Fanayama kabupaten Nias Selatan Propinsi Sumatera Utara, sangat mengeluh dan mengaku menjual karetnya pada harga 7 ribu per kilogram (kg). Angka tersebut jauh di bawah harga karet periode 2012-2013 lalu yang sempat tembus Rp 20 ribu per kg di tingkat petani. Kondisi ini, membuat PETANI di DI NIAS harus pintar-pintar mencari usaha sampingan untuk sekadar menjaga nasi tetap terhidang. Dimana Sudah 5 tahun Harga Karet Di Nias Anjlok.
Baca juga:Pulau Nias pulau Terindah
Berbicara soal kemiskinan tak ada habis-habisnya. Pengentasan kemiskinan merupakan salah satu tujuan pembangunan nasional sebagaimana yang tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar. Badan Pusat Statistik (BPS) dalam mengukur tingkat kemiskinan menggunakan konsep memenuhi kebutuhan dasar. Kebutuhan dasar yang dimaksud baik dalam memenuhi kebutuhan dasar makanan yang dihitung dalam takaran 2100 kilo kalori per orang per hari dan kebutuhan non makanan seperti pendidikan, kesehatan, dan perumahan. Kabupaten Nias Selatan termasuk salah satu wilayah di Provinsi Sumatera Utara dengan tingkat kemiskinan terbesar. Pada tahun 2016, persentase penduduk miskin Kabupaten Nias Selatan berada pada urutan keempat setelah Kabupaten Nias yaitu sebesar 18,6 persen, lebih tinggi dibanding Provinsi Sumatera Utara sebesar 10,35 persen.
Masyarakat Nias sebagian besar adalah Petani Karet, yang Perlu Di perhatikan Oleh Pemerintah, Khusunya Kepada Bapak Presiden Joko Widodo, untuk memberikan resolusi keluhan dan Jeritan Para Petani Karet Di Nias Selatan Untuk di naikan harga Karet.
Baca juga: sail nias 2019 untuk tarik wisatawan dunia


