Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Segala emas dan perak di dunia ini milik-Ku. Rumah-Ku yang baru akan lebih cantik daripada yang dahulu, dan di situlah Aku memberi umat-Ku kemakmuran dan kedamaian.” Demikianlah firman TUHAN Yang Maha Kuasa. Seperti Firman Tuhan dalam Yesaya 55:8“RancaanganKu bukanlah Rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalanKu”, bahwa perbuatan Tuhan tidak akan dapat dipikirkan oleh manusia.

Dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka.” ulg 30:20.
Keselamatan” bukan karena hasil usaha kita tetapi pemberian Allah. Keselamatan yang kita terima berasal dari kasih karunia Allah melalui iman kepada Kristus Yesus.
Di sini tuhan menganjarkan kita cinta dan kasih. dimana dasar utama perjanjian adalah kasih, menerapkan janji ini kepada semua orang yang dengan sungguh-sungguh menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Orang percaya diyakinkan bahwa jikalau mereka mengasihi Allah di atas segala sesuatu dan tergantung kepada-Nya dan bukan kepada jaminan materiel, Tuhan tidak akan membiarkan atau meninggalkannya, tetapi akan menjadi penolong mereka. Karena janji ini, kita harus menjadi “kuat dan teguh. ulg 31:6 bertahan dalam ujian, melawan pencobaan, percaya kepada Tuhan, dan menaati Dia sepenuhnya. Hanya satu hal yang pasti kita perlu ketahui bahwa “Allah turut bekerja dalam segala sesuatu mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia” (Roma 8:28).
Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu”.
Ini semua adalah keputusan untuk kita pilih dan tetapkan dalam diri kita. Hidup adalah pilihan, Tuhan Yesus mengatakan “Akulah jalandan kebenarandan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yoh. 14:6). Kehidupan itu telah diperlihatkan bagi kita hanya ada pada iman kepada Yesus, yang tidak akan mungkin kita temukan ditempat lain.
Alkitab adalah saksi Allah yang benar dan tidak salah tentang tindakan penyelamatan manusia dalam Yesus Kristus. Oleh karena itu, Alkitab tidak ada bandingannya, sudah sempurna dan secara khas mengikat. Tidak ada perkataan manusia atau pernyataan lembaga keagamaan yang setara dengan kekuasaan Firman Allah. Firman Allah harus diterima, dipercaya, dan ditaati sebagai kekuasaan terakhir dalam seluruh hal yang berhubungan dengan kehidupan dan kesalehan.
Sejauh manapun kita pergi meninggalkan Tuhan mengikuti kemauan kita ataupun mengikuti nafsu duniawi tetap pada akhirnya kita akan sampai pada titik akhir perjalanan kehidupan ini di depan pengadilan Tuhan. Maka menyesal kemudian tiada arti, kesempatan yang Tuhan berikan bagi kita untuk mengikut Dia adalah anugerahNya untuk keselamatan kita. Tuhan mengasihi kita, maka Ia memberikan pengajaran supaya kita tidak salah jalan – salah memilih jalan hidup.
Sekarang adalah bagaimana kita dapat menghayati keselamatan itu dalam hidup kita sehari-hari? Hal utama yang harus kita sadari bahwa kita hidup beriman bukan sedang berusaha supaya memperoleh keselamatan, namun kita telah hidup dalam keselamatan itu, dan kita sedang memperlihatkan hidup sebagai orang-orang yang telah diselamatkan oleh Allah yang memberikan tempat bersama dengan Dia di sorga. Sehingga manusia yang telah diselamatkan adalah orang yang telah mengimani Yesus Kristus sebagai Tuhan dan memperlihatkan dan mengerjakan keselamatan yang telah diberikan.
Dalam menjalani hidup ini, adalah wajar sebelum melakukan sesuatu kita membuat strategi dan rencana yang matang. Namun kita harus percaya, sehebat apapun kita berencana dan melakukan berbagai strategi dalam kehidupan ini, tetap rancangan Tuhan adalah rancangan terbaik dalam hidup ini. Karena belum tentu yang kita rancangkan itu adalah yang terbaik bagi diri kita, sebagaimana tertulis di Amsal 16: 9 “Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya”.

